Tahukah Anda Cara Broker Membuat Buntung?
Berikut berbagai cara broker membuat account dapat segera menjadi “Buntung”:
1. Leverage
Banyak broker yang memberikan leverage besar, ada yang 1:500 bahkan ada
yang mencapai1:1000. Para pemula pada umumnya sangat senang dengan hal
ini karena cukup dengan modal kecil, maka akan dapat membeli lot dalam
jumlah besar. Tentunya dalam bayangan di kepala, betapa sangat efisien,
cukup dengan modal kecil tetapi dapat menghasilkan laba besar. Padahal
dalam forex, laba tidaklah mudah didapat, yang mudah didapat adalah
loss. Bila mampu membeli sekaligus 20 lot dengan modal hanya USD 10.000,
maka loss sebesar 50 pip saja akan dapat melenyapkan modal. Coba kita
hitung bersama, 50 pip pada standard account adalah sama dengan USD 500
tiap 1 lot. Kalikan USD 500 tersebut dengan 20 lot, nah sama dengan USD
10.000 bukan? Cukup sekali transaksi saja dengan loss sebesar 50 pip,
maka seluruh uang modal akan berpindah ke kantong broker.
2. Minimum Deposit
Pernahkah Anda bertanya-tanya kenapa para broker berlomba-lomba
meminimalkan deposit untuk membuka account dan bukan membesarkannya?
Karena para broker paham, apabila untuk membuka account diperlukan
minimal deposit harus USD 10.000, tentunya tidak banyak yang mampu. Oleh
karenanya diminimalkan deposit tersebut agar banyak yang tertarik.
Belum lagi ditambah iming-iming , bila Anda melakukan deposit sebesar
US$ 100 maka akan ditambah bonus US$ 30. Nah, siapa yang tidak tertarik
dengan bonus? Setelah deposit diterima broker, maka live account dibuka
dengan leverage 1:500. Bayangkan, betapa baik hatinya si broker ini,
sudah diberi bonus US$ 30 masih ditambah lagi dengan diberikan leverage
yang sangat tinggi. Wah, rasanya Anda benar-benar seseorang yang sangat
bonafid yang dipercaya broker.
Padahal si broker paham betul bahwa persentase gagal adalah 95%, hanya 5% saja yang mampu
lolos. Mudah ditebak apa yang terjadi selanjutnya bukan? Modal kecil
dengan leverage tinggi adalah racun yang mematikan seketika. Tidak
menjadi masalah memberikan bonus US$ 30 atau bahkan US$ 3000 di muka,
toh si broker tinggal menunggu waktu saja agar US$ 30 tersebut kembali
ke kantongnya. Belum lagi setelahnya masih ditambah US$ 100 dari uang
modal Anda yang lenyap karena mengalami loss Broker sebenarnya hanya
meminjamkan kepada Anda US$ 30 tersebut. Memang awalnya seolah-olah
seperti diberikan gratis untuk Anda, tetapi dengan persentase kegagalan
di forex yang sebesar 95%, tentunya hanya masalah waktu saja agar uang
tersebut kembali lagi ke kantong broker.
3. Slippage
Slippage adalah perbedaan harga yang dapat ditoleransi. Misalnya Anda
ingin melakukan entry buy, tentunya setelah mouse di-klik dan kemudian
perintah entry tersebut akhirnya sampai ke server broker memerlukan
waktu. Akibat adanya jeda waktu maka harga telah berubah, tidak sama
lagi dengan saat Anda meng-klik mouse. Misal Anda set slippage sebesar 3
pip, apabila selisih harga tidak lebih dari 3 pip, maka entry buy akan
tereksekusi. Akan tetapi bila selisih harga lebih dari 3 pip, maka
terjadi requotes dan Anda harus meng-klik mouse lagi untuk mengulang
entry. Slippage digunakan broker bukan untuk menghalangi entry, tetapi
untuk menghalangi exit. Dengan menghalangi exit, maka loss position akan
mengalami loss lebih besar atau profit position menjadi memiliki laba
lebih sedikit, akibat posisi tersebut terlambat exit karena sulit untuk
di-closed. Tetapi permasalahan slippage ini hanya timbul apabila tidak
digunakan stoploss, take profit, atau trailing stop. Akan tetapi, bukan
berarti penggunaan stoploss dan take profit tidak bebas masalah, hal ini
pun dapat dimanfaatkan oleh broker.
4. No Connection
Hal ini akan terjadi apabila Anda berkali-kali mampu profit dalam jumlah
besar sehingga broker merasa perlu untuk mengawasi trading yang Anda
lakukan. Cara yang dilakukan broker, pada saat trading memperoleh profit
maka Metatrader dibuat loss connection alias hilang koneksi padahal
koneksi internet baik-baik saja, yang hilang hanyalah koneksi di
Metatrader. Akibat tidak ada koneksi, maka Anda pun tidak dapat menutup
posisi yang sedang profit. Ini akan memberikan waktu kepada broker.
Perlu diingat, market selalu berubah arah sehingga profit yang Anda
peroleh tidak lagi sebesar sebelumnya atau lebih parah lagi, profit
berubah menjadi loss. Nah, kalau hal ini sudah terjadi maka koneksi
Metatrader akan diaktifkan lagi oleh broker. Toh, bila nantinya Anda
complain maka broker tinggal menjawab dengan enteng “kami sudah
melakukan pengecekan dan semuanya baik-baik saja, mungkin komputer Anda
yang bermasalah”. Sulit untuk dibuktikan, bukan?
No connection ini paling sering terjadi pada saat high impact news.
Jangan harap stoploss yang telah dipasang akan bekerja, karena hal ini
pernah dialami sendiri. Stoploss sama sekali tidak bekerja sehingga loss
yang semula telah dibatasi hanya 30 pip saja, akhirnya menjadi 100 pip
padahal garis stoploss tetap pada posisi semula. Pada saat high impact
news, harga akan bergerak kencang dan oleh broker disengaja tidak dapat
melakukan entry atau exit. Kalau belum yakin, silahkan saja mencobanya
sendiri, tapi cobalah di live account karena akal-akalan broker paling
banyak terjadi di live dan bukan di demo.
5. Stop Loss Hunting
Spread adalah senjata yang sangat ampuh bagi broker. Jarang yang
memperhatikan perubahan spread menjadi sangat tinggi hanya dalam waktu 1
atau 2 detik saja, sama sekali tidak terdeteksi. Spread adalah
pengurang profit dan sebaliknya penambah loss. Misalnya dalam posisi
loss 17 pip dengan stoploss 20 pip, broker tinggal menambahkan saja 3
pip di spread selama 1 detik. Akibatnya, stoploss langsung terpicu dan
Anda menderita loss.
Atau saat ini dalam posisi profit 27 pip, tinggal menunggu sebentar lagi
agar mencapai target take profit 30 pip. Broker tinggal meningkatkan
spread 3 pip, maka profit yang semula 27 pip otomatis akan turun menjadi
24 pip akibat spread meningkat tiba-tiba. Dengan cara ini, maka garis
take profit tidak tersentuh dan memberikan waktu agar market berubah
sehingga profit mengecil.
Oleh karenanya, jangan pernah beranggapan bahwa broker adalah sahabat
Anda. Mereka sebenarnya serigala berbulu domba, terutama Market Maker
broker. Mereka memiliki kepentingan atas uang modal Anda, semakin banyak
nilai loss maka akan semakin menguntungkan bagi mereka.
Perusahaan broker dibangun berdasarkan fakta bahwa 95% akan gagal dalam
trading forex. Oleh karenanya, bila Anda memiliki perusahaan Market
Maker broker dan ingin sukses maka harus diusahakan supaya klien
mengalami loss, apapun caranya asalkan legal. Cara-cara diatas adalah
cara-cara legal dalam dunia forex. Semuanya berjalan sangat cepat sehingga sulit untuk dibuktikan.
Tulisan ini sekaligus menjawab pertanyaan saya selama ini, kenapa
terdapat sebuah broker sangat agresif merayu orang-orang yang tidak
paham untuk melakukan trading forex dengan janji surga seolah-olah dapat
segera kaya raya dengan mudah. Ternyata jawabannya pada hal diatas,
yaitu bagaimana caranya secepat mungkin mengalihkan uang deposit klien
agar masuk kantong broker. Cara yang legal adalah dengan membuat klien
seolah-olah kalah forex sehingga sulit untuk melakukan penuntutan karena
tentunya pada kontrak awal telah disebutkan “kerugian akan sepenuhnya
ditanggung klien”.
Padahal, tanpa diakal-akali pun, trading forex sudah sangat sulit,
apalagi kalau ditambah ada akal-akalan didalamnya, makin cepat saja
deposit lenyap Pembelajaran yang dapat ditarik dari tulisan ini, jangan
pernah masuk ke dunia forex dengan modal uang sebenarnya bila masih
belum paham. Uang yang telah Anda peroleh dengan susah payah akan segera
hilang dalam sekejab mata. Belajar dan berlatihlah dahulu di demo,
kemudian baru masuk ke dunia forex sebenarnya apabila sudah benarbenar
yakin dan siap
1 comment:
Halo, boleh saya minta kontak anda? bila anda berkenan, saya ingin mendiskusikan kerja sama. Terimakasih
Post a Comment